Ketika semua
sudah terukur dan di urutkan sebaik-baiknya…
Itulah yang ada
pada kami… Di Ulang tahun pernikahan kami yang ke dua kami semakin menyadari
dan mensyukuri kebersamaan kami
Selalu
mengurutkan awal kami bertemu, tunangan dan kemudian menikah dan tidak bosan
untuk saling “menyalahkan” kenapa kami tidak bertemu lebih awal J
Mesyukuri
keberanian kami mencoba untuk mandiri, berada jauh dari kedua orang tua kami… dari
dua lajang yang anti menabung menjadi
satu team sebagai suami istri yang mencoba menata masa depan bersama tanpa
merepotkan kedua orang tua kami untuk masalah financial
Kami sadar bahwa
di 2 tahun pernikahan kami , pertanyaan tentang kapan kami punya momongan akan
tetap kami temui, tapi kalo saya boleh berkata maka saya akan jawab : Semua
sudah di ukur dan diatur oleh sebaik-baiknya Pengatur .
Bagi kami
pertanyaan itu bukanlah hak prerogative kami untuk menjawabnya karena kami yakin
bahwa ada urutan-urutan tertentu yang harus kami lalui. Dimulai dengan anugerah
bahwa kami akhirnya akan memiliki rumah impian tanpa harus menyewa rumah lagi, saya
punya pekerjaan baru yang bisa membuat saya lebih flexible mengatur waktu saya
untuk bisa tetap menjadi wanita karir dan seorang istri, dan kami sudah
menyelesaikan sisa kesalahan kami dimasa lalu sebagai lajang dan membuat
rencana-rencana berdua untuk masa depan kami. Kami tidak tahu apakah anugerah 'anak' itu akan datang pada kami dengan cepat setelah ini, tetapi saat ini
kami bahagia berdua karena apapun kondisi kami, kami saling mencintai satu sama
lain, mendukung satu sama lain dan saling menghibur satu sama lain…
Setiap pasangan
bisa bahagia jika melihat bahagia itu dari sisi pasangan itu sendiri, bukan
dari mata orang lain…






